Sawang sinawang alias saling melihat

Sawang sinawang alias saling melihat

Sawang sinawang adalah ungkapan dalam bahasa jawa yang memiliki arti saling melihat.Kalimat sawang sinawang biasanya diucapkan secara lengkap disaat melihat orang lain secara kasat mata orang tersebut memiliki hidup yang berkecukupan dan dianggap bahagia tanpa kekurangan apapun baik secara jasmani dan rohani,tetapi pada kenyataannya orang tersebut juga memiliki kesulitan tersendiri dibalik yang terlihat oleh orang…

Keep reading

Sebuah Refleksi: Ibarat Penyakit Alergi

Sebuah Refleksi: Ibarat Penyakit Alergi

Eksklusivitas ibarat penyakit alergi akan sistem simbol yang lain, atau tepatnya yang tidak sesuai dengan kebiasaannya. Alergi itu secara medis adalah respon tubuh secara berlebihan pada sesuatu yang dianggap mengancam. Secara sederhana, hal ini hanya sinyal atau pertanda akan adanya masalah. Dari pemahaman ini, kita akan menemukan kata ‘mengancam’. Apa itu ancaman? Ancaman adalah sesuatu…

Keep reading

Sebuah Refleksi: Sok-sok an dadi Satrio Saiki dadi Rewang

Sebuah Refleksi: Sok-sok an dadi Satrio Saiki dadi Rewang

Elit yang eksklusif memiliki indikasi akan citra diri yang nampak baik, positif, penuh kebaikan, atau serba penilaian rata-rata yang memiliki konotasi positif. Tidak ada hal baru, tidak ada juga perubahan signifikan, hanya hal yang nyaman, yang penting sudah di puja atau minimal dianggap baik. Ibarat memagari disekeliling komunitasnya dengan tembok yang tinggi, yang menutupi jarak…

Keep reading

Mewayu Hayuning Buwana (manusia berbudi pekerti)

Mewayu Hayuning Buwana (manusia berbudi pekerti)

MEMAYU HAYUNING BUWANA: MANUSIA BERBUDI PEKERTI Sudah lama beli buku ‘The Philosophy of Tai Chi Chuan’ karya Freya & Martin Boedicker, namun kemarin baru membacanya. Ada hal menarik terutama pada bagian Istilah Khusus. Saya ingin mengulas makna berbudaya dari bagian tersebut. Disebutkan tentang kebudayaan (wen) dan ilmu beladiri (wu). Budaya (wen) scr hurufiah dalam bahasa…

Keep reading

Mengamati Tanpa Pikiran

Mengamati Tanpa Pikiran

Kecerdasan Mengamati Tanpa Pikiran Tidak ada perasaan tanpa pikiran; dan di balik pikiran terdapat kenikmatan, jadi mereka berada bersama-sama: kenikmatan, kata, pikiran, perasaan; mereka tidak terpisah. Pengamatan tanpa pikiran, tanpa perasaan, tanpa kata adalah energi. Energi terbuang percuma oleh kata-kata, asosiasi, pikiran, kenikmatan, dan waktu; akibatnya, tidak ada lagi energi untuk memandang. J. Krishnamurti

Keep reading

Kita Harus Mati terhadap Semua Emosi Kita

Kita Harus Mati terhadap Semua Emosi Kita

Kecerdasan Kita Harus Mati terhadap Semua Emosi Kita Apa yang kita maksudkan dengan ’emosi’? Apakah itu suatu rasa-tubuh (sensasi), suatu reaksi, suatu respons dari pancaindra? Kebencian, rasa-bakti, merasa cinta atau simpati terhadap seorang lain—semua itu adalah emosi. Beberapa di antaranya, seperti cinta dan simpati, kita sebut ’positif’, dan yang lain, seperti kebencian, kita sebut ’negatif’,…

Keep reading

Kita Harus Memiliki Perasaan Luhur

Kita Harus Memiliki Perasaan Luhur

Kecerdassan Kita Harus Memiliki Perasaan Luhur Di dunia modern, tempat terdapat begitu banyak masalah, kita cenderung kehilangan perasaan luhur. Yang saya maksud dengan kata ’perasaan’ bukanlah sentimen, bukan emosionalisme, bukan sekadar rangsangan, tetapi kualitas persepsi, kualitas mendengar, menyimak, kualitas merasakan seekor burung berkicau di sebuah pohon, gerakan sehelai daun dalam sorotan sinar matahari. Merasakan sesuatu…

Keep reading

Sentimen dan Emosi Menumbuhkan Kekejaman

Sentimen dan Emosi Menumbuhkan Kekejaman

Kecerdasan Sentimen dan Emosi Menumbuhkan Kekejaman Kita dapat melihat, baik emosi maupun rasa-hati tidak punya tempat sama sekali sepanjang menyangkut cinta. Sentimentalitas dan emosi hanyalah sekadar reaksi senang dan tak-senang. Saya suka kepada Anda dan saya sangat bergairah terhadap Anda—saya suka tempat ini, oh, indah sekali, dan sebagainya, yang menyiratkan bahwa saya tidak suka yang…

Keep reading

Membebaskan Kecerdasan

Membebaskan Kecerdasan

  Kecerdasan Membebaskan Kecerdasan Hal yang pertama-tama perlu dilakukan, kalau boleh saya sarankan, adalah menyelidiki mengapa Anda berpikir dengan cara tertentu, dan mengapa Anda merasa dengan cara tertentu. Jangan mencoba mengubahnya, jangan mencoba menganalisis pikiran dan emosi Anda; melainkan sadarilah mengapa Anda berpikir menurut alur tertentu, dan dari motif apa Anda bertindak. Sekalipun Anda dapat…

Keep reading

Apakah Peran Emosi dalam Kehidupan?

Apakah Peran Emosi dalam Kehidupan?

Kecerdasan Apakah Peran Emosi dalam Kehidupan? Bagaimana emosi muncul? Sederhana sekali. Emosi muncul melalui rangsangan, melalui syaraf. Anda menusukkan jarum ke tubuh saya, dan saya melompat; Anda menyanjung saya, dan saya senang; Anda menghina saya, dan saya tidak senang. Melalui pancaindra kita emosi muncul. Dan kebanyakan dari kita berfungsi melalui emosi senang; jelas, bukan. Anda…

Keep reading